 |
|
 |

|
|
| |
|
1.
UMUM |
|
| |
|
|
a.
|
KARPEG diberikan kepada
mereka yang telah berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil,
atau dengan perkataan lain selama seseorang masih berstatus
sebagai calon Pegawai Negeri Sipil, kepadanya tidak
diberikan KARPEG |
|
b.
|
KARPEG adalah sebagai
kartu identitas Pegawai Negeri Sipil, dalam arti bahwa
pemegangnya adalah Pegawai Negeri Sipil |
|
c.
|
KARPEG berlaku selama
yang bersangkutan menjadi Pegawai Negeri Sipil, atau
dengan perkataan lain, apabila yang bersangkutan telah
berhenti sebagai Pegawai, maka KARPEG dengan sendirinya
tidak berlaku lagi. |
|
|
| |
|
2. PENETAPAN KARPEG
|
|
| |
|
|
a.
|
KARPEG ditetapkan secara
terpusat oleh Kepala Badan Administrasi Kepegawaian
Negara, bagi Pegawai Negeri Sipil baik bagi Pegawai
Negeri Sipil Pusat (termasuk pegawai PERJAN, Pegawai
Negeri Sipil Pusat Diperbantukan / Dipekerjakan pada
Daerah Otonom atau Instansi lain) maupun bagi Pegawai
Negeri Sipil Daerah |
|
b.
|
Pegawai Negeri Sipil yang
telah mengisi KARDAF ditetapkan KARPEG-nya berdasarkan
data kepegawaian yang terdapat dalam KARDAF |
|
c.
|
Pegawai Negeri Sipil yang
karena sesuatu alasan yang sah tidak turut mengisi KARDAF
dan yang diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil sejak
1 Maret 1974, ditetapkan KARPEG-nya oleh Kepala Badan
Administrasi Kepegawaian Negara berdasarkan permintaan
dari Pimpinan Instansi yang bersangkutan. |
|
|
| |
|
3. TATA CARA PERMINTAAN DAN PENETAPAN
KARPEG
|
|
| |
|
|
a.
|
Pegawai Negeri
Sipil Pusat Yang Bekerja Pada Departemen/Lembaga |
| |
|
1.
|
Menteri/Pimpinan
Lembaga, mengajukan permintaan KARPEG, kepada
Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara bagi
Pegawai Negeri Sipil Pusat yang bekerja pada masing-masing
Departemen/Lembaga (termasuk pegawai PERJAN, yang
bekerja pada instansi-instansi vertikal di wilayah
- wilayah dan yang dipekerjakan pada Daerah otonom
atau instansi lain) yang : |
| |
|
a.
|
Karena sesuatu
alasan yang sah tidak turut mengisi KARDAF |
|
b.
|
Diangkat sejak
1 Maret 1974 sampai dengan 31 Maret 1975 |
|
|
2.
|
Permintaan
KARPEG yang dimaksud di atas dilengkapi dengan
bahan - bahan sebagai berikut : |
| |
|
a.
|
Daftar nominatip
menurut contoh sebagai tersebut dalam lampiran
IV SE BAKN |
|
b.
|
Salinan keputusan
pengangkatan menjadi Pegawai Negeri Sipil |
|
c.
|
Sebuah pas
foto ukuran 3 x 4 cm, dengan ketentuan bahwa
dibelakang pas foto itu dituliskan nama
lengkap dan NIP Pegawai Negeri Sipil yang
bersangkutan |
|
|
3.
|
Pegawai
Negeri Sipil Pusat yang diangkat sejak 1 April
1975, KARPEG ditetapkan oleh Kepala Badan Administrasi
Kepegawaian Negara berdasarkan pemberitahuan bahwa
yang bersangkutan telah diangkat menjadi Pegawai
Negeri Sipil. Pembritahuan tersebut dilengkapi
dengan bahan - bahan sebagai berikut : |
| |
|
a.
|
Daftar nominatip
dari calon Pegawai Negeri Sipil yang telah
diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil, menurut
contoh sebagai tersebut dalam lampiran VII
surat edaran ini |
|
b.
|
Salinan keputusan
pengangkatan menjadi Pegawai Negeri Sipil |
|
c.
|
Sebuah pasfoto
ukuran 3 x 4 cm dengan ketentuan bahwa di
belakang pas foto itu dituliskan nama lengkap
dan NIP Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan |
|
|
4.
|
Pegawai
Negeri Sipil Pusat yang diangkat sejak 1 April
1975, KARPEG ditetapkan oleh Kepala Badan Administrasi
Kepegawaian Negara berdasarkan pemberitahuan bahwa
yang bersangkutan telah diangkat menjadi Pegawai
Negeri Sipil. Pembritahuan tersebut dilengkapi
dengan bahan - bahan sebagai berikut : |
|
|
|
| |
|
4. TATA CARA PENGIRIMAN DAN PEMBERIAN
KARPEG
|
|
| |
|
|
|
KARPEG YANG TELAH DITETAPKAN
DIKIRIMKAN OLEH Kepala Badan Administrasi Kepegawaian
Negara kepada Menteri/Pimpinan Lembaga / Gubernur Kepala
Daerah yang bersangkutan |
|
|
Menteri / Pimpinan Lembaga
/ Gubernur Kepala Daerah menyampaikan KARPEG tersebut
kepada masing - masing Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan |
|
|
Penyampaian KARPEG tersebut
kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan dilakukan
secara tertulis, menurut contoh sebagai tersebut dalam
lampiran IX |
|
|
| |
|
5. PENGGUNAAN KARPEG
|
|
| |
|
|
|
KARPEGharus dibawa pada
setiap saat oleh Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan. |
|
|
| |
|
6. KETENTUAN LAIN - LAIN
|
|
| |
|
|
a.
|
Pegawai Negeri Sipil yang
kehilangan KARPEG diwajibkan membuat laporan tertulis
kepada atasan langsungnya menurut contoh sebagai tersebut
dalam lampiran X Surat Edaran ini. |
|
b.
|
Atasan langsung yang bersangkutan
memeriksa kebenaran laporan tersebut dan membuat catatan
seperlunya pada tempat yang tersedia pada laporan tersebut,
yaitu : |
| |
|
1.
|
Apabila
laporan itu benar, maka laporan itu disahkan kebenarannya
dengan membubuhkan tanda tangan pada tempat yang
tersedia. |
|
2..
|
Apabila
laporan itu tidak benar atau disangsikan kebenarannya,
maka dicatat hal - hal yang dipandang perlu dan
kemudian dibubuhkan tanda tangan pada tempat yang
tersedia |
|
|
c.
|
Atasan langsung mengirimkan
laporan tentang kehilangan KARPEG itu kepada Menteri
/ Pimpinan Lembaga / Gubernur Kepala Daerah yang bersangkutan
melalui hierarkhis |
|
d.
|
Menteri / Pimpinan Lembaga
/ Gubernur Kepala Daerah yang bersangkutan mengajukan
permintaan penggantian KARPEG yang hilang itu kepada
Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara, menurut
contoh sebagai tersebut dalam lampiran XI Surat Edaran
ini |
|
e.
|
Berdasarkan
permintaan Menteri / Pimpinan Lembaga / Gubrnur Kepala
Darah yang bersangkutan, maka Kepala Badan Administrasi
Kepegaaian Negara mengganti KARPEGyang hilang dengan
ketentuan sebagai berikut : |
| |
|
1.
|
Kehilangan
KARPEG karena kesalahan atau kelalaian, maka Pegawai
Negeri Sipil yang bersangkutan diwajibkan membayar
harga KARPEG menurut harga yang ditentukan kemudian. |
|
2..
|
Kehilangan
KARPEG di luar kesalahan Pegawai Negri Sipil yang
bersangkutan akan diganti dengan cuma - cuma. |
|
|
f.
|
Laporan kehilangan
KARPEG dibuat oleh Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan
dalam rangkap 5 (lima) yaitu : |
| |
|
1.
|
Satu
rangkap sbagai lampiran permintaan penggantian
KARPEG kepada Kepala Badan Administrasi Kepegawaian
Negara |
|
2.
|
Satu
rangkap untuk Menter / Pimpinan Lembaga / Gubernur
Kepala Daerah yang bersangkutan. |
|
3.
|
Satu
rangkap untuk atasan langsung yang bersangkutan |
|
4.
|
Satu
rangkap sebagai arsip Kepala Bagian / Urusan Kepegawaian
satuan (unit) oraganisasi yang bersangkutan (SETJEN,
DITJEN, ITJEN, Instansi vertikal, Dinas Daerah,
dan lain - lain |
|
5..
|
Satu
rangkap sebagai Arsip Pegawai Negeri Sipil yang
bersangkutan |
|
|
|
| |
|
|
|
|